Monday , November 30 2020

Rumah Adat Modern, Tak Tinggalkan Tradisi

desain rumah adat

Ada ruangan untuk bermusyawarah, pertemuan adat, menyimpan benda-benda adat seperti alat musik tradisional, hingga dapur. Graha adat yang bernama Wisma Melayu Atap Lontiok tersebut biasa juga disebut Graha Lancang atau Pencalang dengan digunakan sebagai tempat tinggal suku bangsa Melayu dalam Lima Koto, Riau. Graha ini disebut Lancang / Pelancang karena bentuk hiasan kaki dindingnya yang serupa seperti perahu atau Pencalang.

Rumah-rumah adat di Indonesia menyimpan bentuk dan arsitektur masing-masing daerah sesuai dengan akal budi adat lokal. Rumah kebiasaan yang satu ini adalah ikon dan simbol dari provinsi Riau. Bangunan tersebut berbentuk rumah panggung berukuran besar dan memiliki kaum tingkat. Bangunan ini umumnya digunakan oleh masyarakat biasa sebagai tempat berkumpul oleh karena itu terdiri dari beberapa ruangan.

Bahan bangunan utamanya dari kayu ulin mempunyai warna hitam dan kuat. Di umumnya rumah watak ini mempunyai 15 tiang dengan tinggginya mencapai 1, 8 meter dan beralas karang. Memiliki atap dari serabut yang berbentuk limas beserta tinggi 3, 5 meter. Memiliki lantai kayu serta tangga, anak tangga berjumlah ganjil alasannya ialah sesuai dengan watak yang ada di Bengkulu. Rumah terdiri dari beberapa bab yaitu barendo sebagai daerah untuk mendapatkan tamu yang padahal memberikan pesan, hall buat mendapatkan tamu dari suku dekat.

Biasanya rumah ini dibangun di pinggir sungai, sehingga bentuk bangunannya berupa graha panggung agar bisa terhindar dari banjir atau hewan buas. Salah satu petunjuk dari rumah ini ialah jumlah anak tangga nun selalu ganjil, seperti lima, tujuh, dan seterusnya.

Tiang rumah teater Kejang Lako berjumlah 30 yang terdiri dari 24 tiang utama dan 6 tiang pelamban. Tiang terpenting panjangnya 4, 25 m yang berfungsi sebagai ukuran untuk menopang kerangka konstruksi. Di samping sebagai penopang, tiang tersebut juga berfungsi sebagai pemisah antara satu ruang dengan ruangan yang lain menjadi 8 potongan. Adapun nama-nama ruang itu adalah pelamban, ruang gaho, ruang masinding, ruang pusat, ruang balik melintang, ruang balik menalam, ruang atas/penteh, dan ruang bawah/bauman.

Sebenarnya, di rumah Bali sendiri tidak hanya terdapat 1 bangunan saja melainkan terdiri banyak bangunan yang tentunya memiliki fungsi yang berbeda pula. Selain itu, rumah etiket bali juga memiliki ciri khas yakni berbentuk segi empat. Jika sobat VOIRE menyukai arsitektur rumah adat bali, kamu tidak butuh jauh-jauh membelinya ke pulau Dewata tersebut.

Bila sobat VOIRE menyukai arsitektur rumah adat bali, kawan tidak perlu jauh-jauh membelinya ke pulau Dewata ini. Sobat bisa membuat sendiri rumah dengan desain etiket Bali atau sobat mampu konsultasi langsung dengan Kru VOIRE Project.

Rumah adat Gorontaloyang memang di dominasi oleh bahan utamanya tiang menjadi salah satu ciri yang sangat mudah guna dikenali. Sesuai namanya, rumah ini berbentuk limas, secara gaya rumah panggung dengan dibangun bertingkat lima. Tolok ukur ini disebut dengan bengkalis yang memiliki filosofi berbeda bernama kekijing. google. comRumah adat Buton adalah satu diantara rumah adat di Nusantara yang berasal dari Daerah Sulawesi Tenggara.

Bahan utama buat membuat rumah berupa gawang dengan bahan genteng daripada tanah liat. Keenam, Julang Ngapak, memiliki desain genting yang klasik dan bentuknya seperti seekor burung yang sedang mengepakkan sayapnya pada udara.

About Jhontoper

Check Also

Rumah Kayu Manado

Untuk menguatkan tumpuan toi dengan tameh, dan sambungan menggunakan pasak. Beserta demikian, jika dibutuhkan Rumoh …