Thursday , October 29 2020

Desain Rumah Kebiasaan Dalam 2 Sukatan

desain rumah adat

Bahan baku gawang besi yang dipasok dari daerah Bolaang Mongodow ini kemudian diolah dan ditata, mulai dari membuat pondasi, pancang-pancang, hingga dinding wisma. Tiang utama rumah disebut dengan Ari’i, yang pada bagian atasnya terdapat gapura masuk.

Konstruksi tumpangan balok yang melintang di kepada tumpangan balok memanjang disebut dengan kalawit. Konstruksi-konstruksi ini saling berkait dan membentuk pondasi rumah yang kokoh. Uniknya meski bagian-bagian tata direkatkan tanpa menggunakan wahid pun paku, saat tercipta gempa, rumah adat Minahasa hanya akan bergeser tanpa mengalami kerobohan pada bagian-bagiannya. Rumah Adat Minahasa tersebut difungsikan sebagai rumah tinggal, pada bagian depan konstruksi terdapat emperan, kemudian di dalam bagian dalamnya terdapat lapangan tamu, ruang tengah dan kamar tidur.

Sesuatu ini dapat dilihat daripada manifestasi perilaku masyarakat di berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dengan desain rumah atau tempat tinggal. Wangsadinata dan Djajasudarma merencanakan perkembangan arsitektur merupakan pengejawantahan dari keinginan manusia ke arah yang lebih cantik. Mereka menyebutkan arsitektur merupakan sebuah produk hasil orientasi atau respon umat wong terhadap perkembangan budaya, ekonomi, lingkungan, dan gaya rancang bangun. Tipologi rumah atau tempat tinggal yang sering dikenal sebagai “omah”, dimaksudkan adalah teritori bernaung bagi masyarakat pada pulau Jawa.

Roh nenek moyang tersebut dinamakan Jalong Nyelong dan Bungan Malan. Dalam kehidupan sehari-hari, kekuatan kedua arwah nenek moyang itu menjelma di bentuk binatang seperti kijang, musang, ular dan kurang lebih jenis burung. Simbol itu merupakan pertanda untuk kebaikan yang bisa menyebabkan warga hidup makmur atau daif. Maka dalam pembuatan rumah adatpun, pertanda dari roh poyang tersebut juga memegang peranan penting. Rumah etiket Minahasa umumnya terbuat daripada kayu besi, mengingat tiang jenis ini dianggap mempunyai struktur yang kuat & mampu bertahan hingga ratusan tahun.

desain rumah adat

Kehidupan orang Jawa mencakup 3 syarat sebagai ungkapan pengertian muncul, yaitu mencukupi kebutuhan pakaian, Pangan dan Papan. Buat syarat yang ketiga ialah kebutuhan akan rumah tinggal haruslah terpenuhi, sebab taktik tersebut sebagai syarat buat mencapai kehidupan yang selesa. Jika sudah memiliki rumah tinggal sendiri, maka mereka tidak akan menyewa teritori bernaung atau sering dikenal sebagai “ngindhung”. Bahan-bahan bangunan yang digunakan sebagai bahan konstruksi adalah mula-mula dalam wujud asalnya (belum dirubah/diolah) diantaranya bambu, kayu daun-daunan, zona dan lumpur. Tanah & lumpur sudah lama biasa sebagai bahan bangunan sudah dikenal sejak lama.

Adapun material gawang untuk tangga tetap dipertahankan di Desa Rurukan, akan tetapi 54, 5% rumah konvensional Minahasa di Desa Tonsealama telah mengganti tangga tiang mereka menjadi tangga beton. Kepercayaan masayrakat Dayak pada alam gaib sangat menawan proses pembangunan rumah etiket. Nilai spiritual yang dijunjung tinggi tersebut membentuk uni ikatan kultural yang memuaskan antara manusia dan tempat. Terdapat dua roh nenek moyang yang dipercaya memiliki kekuatan besar dan giat sebagai pengatur seluruh roh.

Ruang mengelokkan depan juga berfungsi untuk menerima tamu terutama apabila diadakan upacara keluarga, juga tempat untuk makan tamu. Kemudian pada bagian besok rumah terdapat balai-balai yang berfungsi sebagai tempat menyertakan alat dapur dan pesawat makan, serta tempat mencuci. Sedangkan sisi atas rumah atau loteng difungsikan sebagai tempat menyimpan hasil panen seperti jagung, padi serta hasil lainnya. Seiring dengan perkembangan zaman, nilai-nilai kebudayaan pun mengalami perubahan.

About Jhontoper

Check Also

Mengenal Desain Rumah Raya Yang Unik

Rumah konvensional Toraja beratapkan batuHal ini dapat dilihat dengan munculnya desain arsitektur modern pada rumah-rumah …